|

Teks : Wakil Bupati Katingan, H. Surya, SH, jauh-jauh hari sudah mewanti-wanti agar masyarakat lokal tak kalah bersaing dan harus cerdas serta berwawasan luas, dengan terbukanya jalan masyarakat tak buru-buru menjual tanah dengan harga murah.
PEMBUKAAN JALAN POROS BARU WARGA DIINGATKAN TAK BURU-BURU JUAL TANAH
Jalan poros baru kini telah menembus Tumbang Samba hingga Tumbang Senamang dan akan dilanjutkan menembus Tumbang Kajamei Kecamatan Bukit Raya. Tak hanya berdampak positif terhadap ekonomi masyarakat, transaksi ekonomi, namun juga bisa berdampak negatif terhadap kehidupan sosial masyarakat, bila tidak siap.
Tak jarang masyarakat tidak mampu bersaing dengan warga pendatang. Warga lokal hanya bisa ramai-ramai mengkapling tanah untuk dijual murah.
Wakil Bupati Katingan, H. Surya, SH, jauh-jauh hari sudah mewanti-wanti ini, agar masyarakat lokal tak kalah bersaing dan harus cerdas serta berwawasan luas.
“ Terbukanya jalan poros ini akan menjadi urat nadi perekonomian masyarakat dan akan banyak warga luar menangkap peluang ekonomi ini, bila masyarakat lokal tak siap dan hanya tidur, hanya menjual murah tanah mereka, bisa jadi suatu saat nanti warga lokal hanya jadi penonton,” kata Wabup Katingan.
Menghindari hal itu, sebut Wabup Surya, masyarakat sejak kini harus sadar akan peluang ekonomi ini dan jangan bersantai-santai dan tertidur dengan perubahan ini, manfaatkan kiri kanan jalan dengan berkebun dan bercocok tanam lainnya dan tidak justru hanya menjual tanah dengan harga sangat murah.
“Masyarakat kita minta tak tergiur dengan tawaran dari luar yang bila ini tak dibendung kita takutkan suatu saat nanti tanah habis warga hanya bisa menjadi penonton saja, ini tak boleh terjadi kepada masyarakat kita,” kata Wabup Katingan.
Banyak pekerjaan yang bisa dilakukan masyarakat, misalnya bertani atau berkebun. Hasil pertanian seperti pisang, durian, atau pertanian lainnya nantinya tak akan sulit dijual. Pembeli akan langsung datang atau dijual ke luar yang harganya lebih mahal.
Ambu Jaya Kusuma yang sempat diwawancari, mengatakan kalau masyarakat sangat senang dengan adanya jalan tembus ini, kekuatiran kekurangan pasokan sembako saat musim kemarau kini sedikitnya bisa teratasi.
“Jalan seperti ini sudah lama menjadi mimpi masyarakat, saat musim kemarau bisanya hanya bisa lewati sungai, bahan sembako sangat sulit didapat. Selain itu bila ingin ke kebun bisa mengunakan sepeda motor, kalau dulu harus berjalan kaki, ” kata Ambu.
|