|
Dinas Kehutanan Kabupaten Katingan, Kamis (15/9), kemarin, menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Hutan Tanaman Rakyat (HTR) di Hotel Pemkab Katingan yang dibuka oleh Kadis Kehutanan Kabupaten Katingan ( Ir. Hap Baperdo, MM).
Hap Baperdo, dalam sambutan tertulisnya, mengatakan Bintek HTR ini dimaksudkan untuk mengembangkan pengetahuan dan wawasan serta bimbingan kepada masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan melalui usaha pemanfaatan potensi sumberdaya hutan.
Masyarakat telah diberikan kesempatan baik secara legalitas, keuangan dan pasar dalam mengelola HTR, tentunya dalam hal ini menuntut kemampuan dan pegetahuan dalam pengelolaan hutan secara baik, akuntabel sehingga tujuan dari kebijakan pemerintah melalui program HTR dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Dijelaskannya, saat ini kabupaten Katingan merupakan kabupaten terluas kedua diprovinsi Kalimantan Tengah setelah Kabupaten Murung Raya, dengan luas 17.500 Km persegi atau 1.750.000 hektar dari luasan yang berdasarkan rencana tata ruang wilayah provinsi Kalteng tahun 2003.
Kabupaten Katingan, sebutnya, memiliki kawasan hutan seluas 1.524.950 hektar atau sekitar 87, 14 persen, namun dari luasan itu direvisi tata ruang kabupaten katingan menjadi 1.292.025 atau 73,83 persen, dengan sisanya 457,975 hektar atau 26,17 persen merupakan kawasan pemukiman dan pengembangan lainnya.
Dengan luasan hutan yang ada, sambungnya, tentunya daerah ini memiliki potensi dan sumberdaya alam yang perlu dikelola pemanfaatannya secara bijak sebagai sumber kesejahteraan masyarakat.
Saat ini telah terjadi penurunan potensi sumber daya hutan, karena adanya faktor perambahan hutan, kebakaran hutan, perubahan fungsi hutan serta berbagai degradasi hutan lainnya, sehingga hal ini harus ada alternatif lain dimasyarakat sebagai sumber penghidupan didaerah.
Hap Baperdo berharap, ada peningkatan perubahan perekonomian masyarakat yang telah menjadikan HTR sebagai sumber pendapatan masyarakat setempat secara tidak langsung akan member kontribusi bagi daerah dan Negara dalam bentuk devisa.
|