|

Harga Rotan Belum Stabil
Banyak Petani Rotan Beralih Usaha Lain
Bupati Katingan, Drs. Duwel Rawing, mengatakan, kalau potensi rotan Katingan boleh dikatakan terbesar di Indonesia dengan hasil produksi rotan mentah 600-800 ton per bulan yang tersebar di 10 kecamatan.
Namun belakangan karena harga rotan mentah ditingkat petani tak stabil, kondisi ini membuat banyak petani beralih ke usaha lain yang akhirnya berdampak pada suplai bahan baku rotan.
Demikian hal ini diungkapkan oleh Bupati Katingan, Drs Duwel Rawing, Rabu (26/10), kemarin di Hotel Rungan Sari, Subud, Kota Palangka Raya dalam acara Rapat Koordinasi Pemberdayaan Daerah Penghasil Rotan yang dihadiri oleh Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun, Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) DR Dedi Mulyadi, Wakil Walikota Palu, Sulawesi Tengah, T Tony dan Ketua DPRD Katingan, Wiwin Susanto, SPd, serta sejumlah pejabat Kabupaten Katingan lainnya.
“Potensi rotan Katingan sangat besar dengan tak stabilnya harga rotan di tingkat petani berdampak pada penghasilan usaha ke bidang lainnya,” kata Bupati.
Salah satu antisipasi akan fenomena itu agar tak terus berlanjut, sejumlah langkah strategis dilakukan oleh Pemkab Katingan, Pemprov Kalteng maupun Kementerian Perindustrian dan kementerian terkait.
“ Untuk mempertahankan potensi dan produksi rotan, pemasaran rotan dan alih teknologi pengolahan rotan sebagai produk unggulan sehingga rotan Katingan bisa kembali eksis serta memiliki nilai jual yang tinggi baik tingkat lokal, nasional maupun internasional,” kata bupati.
Disebutkan Bupati, Katingan menjadi sentra produksi rotan dan menjadi penghasil rotan terbesar di Kalteng dengan produksi 600-800 ton per bulan yang tersebar di 10 kecamatan dan telah menjadi produk unggulan selain kayu, damar, karet dan produk lainnya.
Rakor pemberdayaan daerah penghasil rotan ini memiliki arti yang sangat penting dan strategis sebagai bagian upaya peningkatan daya saing industri rotan dalam negeri.
“Program ini mempunyai visi untuk mendukung perkembangan rotan berkelanjutan serta turut memberikan kontribusi untuk mengembangkan potensi rotan Katingan,” kata Bupati.
Untuk itu, sambung Bupati, diperlukan dukungan dan prospektif berbagai pihak dalam memperkuat pelayanan pemberdayaan rotan sehingga rantai suplai rotan terbangun secara kuat.
|