Font size :
     
Berita Seputar Kab. Katingan
Pengembangan Olahan Rotan Wakil Menteri Perindustrian RI, Alex Retraubun Kunjungi Katingan

DSC_2130

DSC_2138

Pengembangan Olahan Rotan

Wakil Menteri Perindustrian RI, Alex Retraubun Kunjungi Katingan

 

Wakil Menteri Perindustrian RI (Alex Retraubun), melakukan kunjungan selama dua hari di Kabupaten Katingan. Kedatangan Wamen ini disambut oleh Wakil Gubernur Kalteng (Achmad Diran), Selasa (25/10) kemarin di bandara Tjilik Riwut Palangka Raya yang disuguhi dengan tarian adat dan prosesi adat potong pantan.

Selepas itu, rombongan Wamen langsung meluncur ke Kasongan, didampingi oleh Bupati Katingan (Drs. Duwel Rawing) dan sejumlah dinas terkait, rombongan meninjau budidaya rotan di Desa Talian Kereng, melihat pengrajin rotan di Desa Tumbang Liting, produk rotan yang dikembangkan Dekranasda dan industri pengolahan rotan di Desa Hampangen.

Saat di Desa Tumbang Liting, kepada sejumlah wartawan, Wamen (Alex Retraubun), sempat mengungkapkan keterkejutannya atas pengembangan rotan di Katingan, ia terkejut ternyata Katingan punya hasil produksi rotan terbesar di Indonesia dan satu bulan bisa menghasilkan rotan mentah 600-800 ton.

Dengan hasil produksi rotan yang sebesar itu, Alex Retraubun menghimbau supaya jangan sampai salah dalam  hal pengelolaannya dan tak punya police (kebijakan,red)  yang kuat dari pemerintah kabupaten untuk melindungi petani dan pengrajin rotan ini.

“Saya baru tahu, kalau rotan itu tumbuh dan merayap di pepohonan, hasil rotan Katingan luar biasa dengan produksi rata-rata 600-800 ton per bulan itu produksi terbesar di Indonesia, selama ini kita hanya mendengar kalau bicara rotan selalu ingat Cirebon dan Palu, ternyata Katingan punya produksi luar biasa,” kata Alex Retraubun.

Menurut Alex Retraubun, visi dan misi Kabupaten Katingan yang menjadikan produk rotan menjadi produk unggulan dan bahkan berani menjadi visi daerah untuk menjadi pusat produksi dan perdagangan rotan nasional harus dibuat police atau  kebijakan yang melindungi produk rotan ini agar bisa berkembang.

Jangan sampai, produk rotan tergeser oleh hasil pertanian dan perkebunan lainnya seperti Sawit dan Karet oleh karena harga rotan mentah di tingkat petani tak stabil dan produksi industri rotan yang dijalankan oleh pengrajin tidak mengalami kemajuan.

Bupati Katingan mengakui kalau dari total rata-rata produksi rotan mentah Katingan yang mencapai 600-800 ribu per bulan hanya sekitar 10 persen mampu diserap oleh pengrajin rotan lokal selebihnya dijual ke luar.

“Pasar lokal tak mampu menyerap produksi rotan mentah kita, hanya berkisar 10 persenan saja mampu diserap selebihnya dijual keluar daerah termasuk sebagiannya diekspor,” kata Bupati.

Dengan kedatangan Wamen Alex Retraubun, bupati berharap agar pemerintah pusat dapat membuat kebijakan yang bisa melindungi petani dan disatu sisi tak mematikan pengembangan industri rotan Nasional.

Kegiatan Wamen Alex Retraubun dilanjutkan dengan menghadiri Rapat Koordinasi Pemberdayaan Daerah Penghasil Rotan yang digelar keesokan harinya, di Hotel Rungan Sari, Subud, Kota Palangka Raya yang dihadiri oleh Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) (DR. Dedi Mulyadi).

Undangan lainnya yang hadir, antara lain Wakil Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah, (T. Tony) dan Ketua DPRD Katingan (Wiwin Susanto, SP.d). Gubernur Kalteng (Agustin Teras Narang), menyempatkan hadir sebelum acara rakor digelar guna memberikan support pengembangan rotan Katingan.

 

 

Tambah Komentar


Security code
Refresh

Mini Kalender Kegiatan

akhir bulan Mei 2012 bulan depan
M S S R K J S
week 18 1 2 3 4 5
week 19 6 7 8 9 10 11 12
week 20 13 14 15 16 17 18 19
week 21 20 21 22 23 24 25 26
week 22 27 28 29 30 31

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini152
mod_vvisit_counterKemarin523
mod_vvisit_counterMinggu Ini152
mod_vvisit_counterMinggu lalu3399
mod_vvisit_counterBulan Ini9838
mod_vvisit_counterBulan lalu14306

Jumlah Online : 7
IP Anda : 38.107.179.244