|
Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palangka Raya, melakukan pengecekan sampel bahan makanan di sejumlah sekolah di Katingan guna memastikan apakah ada bahan kimia berbahaya dalam makanan yang sering dikonsumsi anak-anak.
Sejumlah sekolah yang diambil sebagian sampel yakni sekolah-sekolah di Kasongan, Kereng Pangi di Kecematan Katingan Hilir dan Tumbang Samba Kecamatan Katingan Tengah.
Dari 11 sampel yang sempat dilakukan pengetesan awal, di dua sekolah di Kasongan dari bahan makanan berupa kerupuk, roti, kue dan jajanan ringan yang sering dikonsumsi anak-anak sekolah masih belum ditemukan bahan kimia berbahaya baik zat pengawet maupun pewarna.
Uji awal, langsung dilakukan di mobil pengujian milik BPOM Palangka Raya yang ketika itu di Kasongan dua sekolah diambel sebagai sampelnya, yakni SD Negeri 1 dan 3 Katingan Hilir, sekolah lainnya di Kereng Pangi dan Tumbang Samba, pemeriksaan serupa akan dilakukan.
Salah satu petugas dari BPOM Palangka Raya, I Dewa Made H.B pihaknya melakukan pengecekan sejumlah jajan makan disejumlah sekolah ini untuk memastikan, apakah ada bahan kimia berbahaya terkandung dalam makanan yang sering dikonsumsi anak-anak.
Bila dari sejumlah sampel yang mereka periksa ternyata nanti ada ditemukan bahan berbahaya, pihaknya akan melakukan penindakan dengan uji laboratorium lanjutan di Palangka Raya untuk memastikan zat berbahaya apa saja yang terkandung dalam makanan.
Bahan kimia berbahaya yang sering digunakan oleh produsen dan pedagang jajanan makanan antaranya Rodamin, Borak, Formalin dan Metanin Yelow dari semua bahan kimia dan zat perwarna itu ia berharap tak ada terkandung dalam makanan yang beredar dan sering dikonsumsi oleh anak-anak dan masyarakat.
Made juga menegaskan kalau pemeriksaan yang dilakukan oleh timnya ini adalah upaya preventif BPOM Palangka Raya, sehingga tak ada bahan makanan terbuat dari bahan berbahaya yang beredar tanpa terkontrol di masyarakat.
“Sejauh ini masyarakat tak perlu kuatir, belum ada kita temukan bahan berbahaya dalam makanan sampai saat ini, apa yang kita lakukan ini upaya pencegahan dan dilakukan BPOM secara rutin,” kata Made.
|