|

SUSUR SUNGAI MENUJU KAKI BUKIT TAMAN NASIONAL BUKIT BAKA, BUKIT RAYA. LEWATI RINTANGAN 24 RIAM, COCOK UNTUK ARUNG JERAM
Luar Biasa, dua kata itu terus diucapkan oleh rombongan Ekspedisi Susur Sungai menuju kaki bukit di wilayah Taman Nasional (TN) Bukit Baka, Kecamatan Bukit Raya. Betapa tidak, ternyata masih ada alur sungai di Kabupaten Katingan yang masih asli dengan panorama tiada duanya.
Tim Ekpedisi yang dipimpin langsung oleh Asisten I Setda Katingan (Drs. H. Jainudin Sapri) selama 3 hari mulai tanggal 19-21 November kemarin menyusuri sungai ini. Sejumlah pejabat lainnya ikut dalam rombongan ekspedisi, diantaranya Kabag Eksda (Iwan Tunuwel), Plt Camat Petak Malai (Prancis, S.Sos), Kepala UPTD Kehutanan Katingan Tengah (Lewis), Kasubbag Bina SDA (Pritno), Kasubbag Protokol dan Liputan Media (Dawid), Manager Camp PT. Sarana Piranti Utama (Dedi) dan anggota rombongan.
Rasa takjub mulai dinikmati oleh rombongan ekspedisi. Keasrian Sungai Samba masih terjaga mulai dari Desa Tumbang Habangoi hingga di hulunya di kaki Bukit Raya, mungkin satu-satu alur sungai yang masih perawan, di Kabupaten Katingan di mana airnya jernih sebening kaca dan sedingin es. Banyak ikan sungai, seperti ikan Sapan berseleweran menari-nari di tengah bebatuan sungai.
Hanya kurang dari 30 menit awal rombongan menyusuri sungai, pemandu kelotok dan motoris meminta penumpangnya untuk turun dan berjalan di pinggir sungai yang berbatu-batu.
Di depan kami sudah menghadang riam cukup besar dan air yang datang dari hulu terlihat sangat deras, tambah lagi ruang untuk kelotok lewat juga sempit, sehingga sangat rawan bila ada penumpang di atasnya, apalagi rata-rata rombongan yang ikut tak bisa berenang dan tak dilengkapi pelampung.
Riam pertama yang kami lewati adalah satu di antara 24 riam lainnya yang sulit dilalui, namanya Riam Panahan. Pemandu perjalanan kami (Arbi Desi) menyebutkan ada 8 riam besar yang harus kami lewati hingga sampai ke kaki bukit TN Bukit Baka, Bukit Raya.
Delapan riam itu yakni Riam Panahan, Riam Bajo Besapak, Riam Hicop 1, Riam Hicop 2, Riam Hicop 3, Riam Nukan Timbang, Riam Hukup TUI dan Riam Tumbang Terangoi. 16 riam lainnya terbilang kecil dan tak terlalu membahayakan.
“Ada 24 riam yang harus kita lewati hingga kita sampai tepat di kaki bukit Taman nasional, 8 di antaranya riam yang besar selebihnya ada 16 riam kecil,” kata Arbi yang biasa memandu para wisatawan yang ingin datang ke TN Bukit Baka, Bukit Raya.
Setiap riam yang kami lewati membuat adrenalin terus meninggi membuat decak kagum kami dengan keindahan dan keasrian sungai yang masih alami. Suara gemuruh air dan bunyi mesin kelotok yang berusaha melewati riam menambah suasana semakin menyenangkan.
Sesekali ada riam kecil, kami tak harus turun dari perahu , saat seperti ini tentu menambah adrenalin dan detak jantung kami semakin kencang, riam terjal harus kami lewati dan tak jarang air menyiram kami hingga membuat basah sekujur tubuh.
Awal melewati riam-riam kami memang sedikit gugup, tapi lama kelama rasa takut hilang dan terbiasa dengan derasnya terjalnya riam dan derasnya air. Permukaan sungai tak seperti yang kita bayangkan, banyak riam membuat permukaan sungai seperti bertingkat-tingkat.
Tak hanya dimanjakan oleh riam-riam sungai yang kami lewati, pemandangan sekitar sungai di sisi kiri kanannya tumbuh pepohonan besar ditumbuhi lumut-lumut dan ranting-rantingan saling bertemu. Pemandangan seperti ini sudah sangat langka bisa dilihat oleh kita.
Ketua Rombongan (H. Jainudin Sapri), mengatakan rasa puasnya dengan perjalanan ekspedisi ini, belum pernah ia rasakan sebelumnya. Menurutnya perjalanan susur sungai yang mereka lakukan sangat cocok dikembangkan menjadi obyek wisata Arung Jeram.
Sementara itu Kabag Eksda (Iwan Tunuwel), sempat mengatakan kalau kegiatan ekspedisi ini merupakan ekspedisi awal. Di tahun 2012 nanti direncanakan akan dilakukan ekspedisi lagi tak hanya menyusuri sungai namun juga hingga ke puncak TN Bukit Baka-Bukit Raya yang rencananya akan diikuti oleh Bupati dan Wakil Bupati Katingan.
|