Detail Berita
DWP Diskominfostandi Katingan Asah Keterampilan Anggota Lewat Anyaman Rotan
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Kabupaten Katingan memanfaatkan pertemuan bulan September 2026 untuk membekali anggota dengan keterampilan menganyam menggunakan bahan baku rotan, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan yang menghadirkan Normaria sebagai narasumber ini tidak hanya menjadi ruang berkumpul bagi anggota, tetapi juga memberikan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dan dikembangkan menjadi kerajinan bernilai guna maupun bernilai ekonomi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik teknik dasar menganyam rotan. Peserta diperkenalkan pada cara mengolah dan menyusun bahan rotan hingga membentuk anyaman dengan teknik yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk kerajinan.
Ketua DWP Diskominfostandi Kabupaten Katingan, Romaida Tumanggor Hotden Manto Manalu, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan keterampilan menjadi salah satu cara untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan baru kepada anggota DWP.
"Kami menyambut baik kegiatan ini karena anggota tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang bisa langsung dipraktikkan. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan lebih lanjut," ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dengan menghadirkan materi-materi yang memberikan manfaat nyata bagi anggota.
Menurutnya, keterampilan menganyam juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kegiatan produktif. Dengan kreativitas dan kemauan untuk belajar, bahan baku rotan dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki fungsi sekaligus nilai tambah.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya DWP Diskominfostandi Katingan untuk mendorong anggota terus meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan kemandirian melalui kegiatan yang bersifat edukatif dan aplikatif.
Melalui pembelajaran keterampilan seperti menganyam rotan, anggota diharapkan tidak hanya membawa pulang hasil kerajinan, tetapi juga membawa pengetahuan yang dapat dipraktikkan kembali di rumah dan dikembangkan sesuai kreativitas masing-masing.